Tuesday, May 31, 2011

LIE FUI LIONG: TENTANG DHAMMA DAN KEHIDUPAN

LIE FUI LIONG: TENTANG DHAMMA DAN KEHIDU...

Setiap teman adalah perpanjangan diriku. Setiap teman membentuk siapa aku

dunniggahassa lahuno yatthakámanipátinocittassa damatho sádhu cittam dantam sukhávahamSetiap teman adalah perpanjangan diriku. Setiap teman membentuk siapa aku. 1. Betapa aku berterimakasih kepada semua teman-teman, yang menyayangi aku, mencintai aku, dan memberi kehangatan sebuah persahabatan.2. Betapa aku berterimakasih kepada teman-teman, yang membuat aku merasa cantik, serasa di puncak dunia.3. Betapa aku berterimakasih kepada teman-teman ,yang telah memberi pengetahuan dan membantu aku menghadapi dunia dengan rasa aman.4. Betapa aku berterimakasih kepada teman-teman ,yang meninggalkan aku, dan memberi pengalaman bagi bagaimana rasanya kehilangan dan kesepian.5 Betapa aku berterimakasih kepada teman-teman ,yang menipu aku dan memberi aku pengalaman akan sakitnya kemarahan dan kebencian.6....

Jangan Tutup Kebenaran dengan Debu yang Membutakan

Kebenaran….. kata ini selalu diucapkan oleh sebagian para intelektual dari berbagai bidang studi. apakah humaniora, sosial, budaya, agama, hukum, politik sampai ke bidang perdukunan. tidak dapat dihindarkan lagi kita sebagai manusia harus berpikir dan senantiasa menggunakan etika yang baik untuk menemukan suatu kebenaran. kebenaran bagi saya berada didalam ranah nisbi namun bukan tanah yang terlarang untuk dipikirkan bahkan digugat. apakah kebenaran ada atau tidak?? saya rasa bukan pada eksistensi dari kebenaran tersebut tetapi bagaimana kita mencari kebenaran tersebut hingga kita menemukan identitas diri yang dikatakan sejati menurut filsuf, dan abadi menurut agama.kenisbian dari makna kebenaran tersebut membuat banyak korban dari kalangan bawah hingga kalangan profesor atau intelektual....

Think It Ok!!!!!!

Siapa diri kita, bukanlah orang lain yang menentukan. Tetapi terletak dari bagaimana diri kita memperlakukan orang lain!Seorang terpelajar dan sombong, suatu hari menghadap kepada seorang guru zen.Setelah mereka duduk berhadapan, bertanyalah orang terpelajar ini tentang dirinya yang duduk layaknya orang bermeditasi.“Guru, menurut Anda saya ini seperti apa bila duduk begini?”Spontan Sang Guru menjawab,”Kamu seperti Buddha!”Mendengar jawaban itu dengan senyum lebar yang angkuh, berujarlah ia,” Tapi, bagi saya Anda seperti setumpuk kotoran kuda!”“Oh, menurutmu begitu?” Sang Guru tersenyum mengangguk.“Guru, mengapa Anda tidak marah?” Selidik orang terpelajar ini penasaran.Masih dengan senyum yang lebar Sang Guru menjawab,”Justru saya terharu dan kasihan padamu!Karena bila dirinya adalah Buddha,...

Andai Ada Hari Esok

Semua bencana ini menyengat benak pikiran kita: adakah hari esok yang tenang, damai dan aman?Atau yang lebih ekstrem lagi: adakah hari esok itu?Kalau tidak ada hari esok, apakah yang akan kita lakukan? Kalau pun ada hari esok, apa pula yang akan kita lakukan?Dalam Shi Si Er Zhang Jing (Sutra 42 Bab),Buddha bertanya pada salah satu siswa, “Hidup manusia itu berapa lama?” Siswa itu menjawab, “Beberapa hari.” Buddha berkata, “Kamu belum memahami Jalan.” Buddha bertanya pada siswa yang lain, “Hidup manusia itu berapa lama?” Siswa itu menjawab, “Sepanjang waktu makan.” Buddha berkata, “Kamu belum memahami Jalan.” Buddha bertanya pada siswa yang lain lagi, “Hidup manusia itu berapa lama?”Siswa menjawab, “Dalam satu tarikan nafas.” Buddha berkata, “Sadhu, kamu memahami Jalan.”Hidup kita yang berharga...

TENTANG DHAMMA DAN KEHIDUPAN

Ketika Anak Bertanya (tentang Sang Buddha dan Ajarannya) Mengapa saya dilahirkan menjadi anak perempuan ? Seseorang dilahirkan menjadi anak perempuan sesuai dengan kammanya pada masa lampau. Kita tidak bisa menentukan ingin dilahirkan sebagai anak laki-laki atau perempuan. Mengapa saya punya adik laki-laki, kok tidak adik perempuan ? Pada dasarnya tidak ada perbedaan antara adik laki-laki ataupun adik perempuan karena sama-sama merupakan adik, meskipun tentu ada yang lebih suka mempunyai adik perempuan. Mungkin orang lain ada yang lebih suka mempunyai adik laki-laki. Hal ini berkaitan dengan kamma masing-masing orang yang menyebabkan...

HADIAH CINTA SEORANG IBU

“ Bisa saya melihat bayi saya?”, pinta seorang ibu yang baru melahirkan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu bayi itu menahan napasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga ! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang Ibu yang menangis. ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata :” Seorang anak laki-laki besar mengejekku, katanya...

Saturday, May 28, 2011

Dewi Kwan Im

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas(Dialihkan dari Guan Yin) Kwan Im pertama diperkenalkan ke Cina pada abad pertama SM, bersamaan dengan masuknya agama Buddha. Pada abad ke-7, Kwan Im mulai dikenal di Korea dan Jepang karena pengaruh Dinasti Tang. Pada masa yang sama, Tibet juga mulai mengenal Kwan Im dan menyebutnya dengan nama Chenrezig. Dalai Lama sering dianggap sebagai reinkarnasi dari Kwan Im di dunia. Jauh sebelum masuknya agama Buddha menjelang akhir Dinasti Han, Kwan Im Pho Sat telah dikenal di Tiongkok purba dengan sebutan Pek Ie Tai Su yaitu Dewi Berbaju Putih Yang Welas Asih (“Dewi Welas Asih”). Di kemudian...

Thursday, May 26, 2011

Xuanzang

Xuanzang ( Cina : 玄 奘 ; pinyin : Xuan Zang ; Wade-Giles : Hsuan-Tsang) (c. 602-664) adalah seorang yang terkenal Cina Buddha biksu , sarjana, pelancong, dan penerjemah yang menggambarkan interaksi antara China dan India di awal Tang periode. Born in Henan province of China in 602 or 603, from boyhood he took to reading sacred books, including the Chinese Classics and the writings of the ancient sages. Lahir di Henan provinsi China di 602 atau 603, dari masa kanak-kanak ia mengambil untuk membaca kitab suci, termasuk Klasik Cina dan tulisan-tulisan para bijak kuno.While residing in the city of Luoyang , Xuanzang entered Buddhist monkhood...

Pages 281234 »

Recent Posts

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More